Sunday, July 18, 2010

Sepotong Kayu

Hari ini aku mengikuti evaluasi panitia HUT-39 Perkantas. Awalnya sih rada males gt,gak tau knp gt hehee..tapi akhirnya aku pergi juga naik motor dengan adik tingkatku yg sama2 jadi panitia juga.Dan aku sangat bersyukur karena bisa dtg tadi,aku benar2 menikmati saat2 itu :D :D

Dimulai dari fellowship awal sebelum eval dimulai,berlanjut ke firman,eval,dan ditutup dengan sharing dan doa bersama.Benar2 berkesan bagiku..

Fellowship atau lebih tepatnya bercanda2an nya kami emang gada habisnya,diawali dengan tawa,ditengah-tengah,dan diakhiri juga dengan tawa hehee..tapi kami tetap serius mengerjakan bagian kami dan Puji Tuhan hut dapat berjalan dengan lancar :D :D
Seperti candaan kami tadi,sembari mengingat2 eval apa yang akan kami berikan berikut saran untuk kepanitiaan berikutnya,tetap aja masalah PH jadi hal yang seru untuk dibahas =p
Mulai dari yang baru jadian,sampe yang mulai merancang-rancang untuk married ihiirr..
Dan tetap aja aku juga jadi bahan bcandaan mereka karena aku msh jomblo hiikkzz...Tetapi kata2 Deby,teman satu kepanitiaanku yang ngurusin masalah konsumsi,sempat buat aku melongo juga. Ini dia kutipan kata2nya..

"Tenang aja nov,kalo jodoh ga bakal kemana,"kata Deby tiba-tiba
Aku cuma terbengong memandangnya
"Iya,gw aja awalnya ga kenal koq ama dy (cowoknya maksudnya)tp ya itu..bisa jadian juga hehee.."lanjutnya sambil malu-malu

Hahaa..benar bgt..itu semua udah diatur ama God,kitanya aja yang mesti sabar hingga waktunya tiba.Semuanya indah pada waktuNYA :D :D

Sekarang giliran K'Poer,staf pengarah kami,yang memimpin.Dia akan membawakan sharing firman sebelum eval dimulai.Diambil dari Keluaran 15:22-27. Singkat,namun maknanya sangat dalam...
Disini aku akan bagikan sedikit dari apa yang aku nikmati.

Laut Teberau merupakan bentuk bukti mukjizat Allah kepada orang Israel,dimana laut tersebut terbelah dan mereka bisa menyeberang.Sementara orang Mesir ditenggelamkan ke dlm laut tersebut.Laut Teberau seperti bentuk kenyamanan atau sukacita..
Tetapi kemudian orang Israel harus berangkat dari Laut Teberau untuk melanjutkan perjalanan mereka.Dan mereka pun tiba di padang gurun Syur.Tiga hari lamanya mereka berjalan dan tidak mendapat air.Padahal udara di padang gurun sangatlah panas,bisa dibayangkan betapa kehausannya mereka.Hingga kemudian mereka tiba di Mara,namaun mereka tidak dapat minum disitu karena airnya berasa pahit.Lalu mereka pun mulai bersungut-sungut.

Bersungut-sungut.
Apa sebenarnya bersungut-sungut?
Apakah hanya ungkapan kekecewaan atau kekesalan?

Ternyata lebih dari itu..
Bersungut-sungut sama saja dengan mengatakan,"Aku tidak mau lagi dipimpin oleh Tuhan.."
Dan itulah yang dilakukan oleh orang Israel.
Aku sendiri merenungkan hal ini secara mendalam.Saat dalam keadaan susah,apakah aku juga bersungut-sungut?Air pahit yang ada di Mara mungkin sama dengan kondisiku saat aku jenuh dengan pekerjaanku di kantor..Atau mungkin sama dengan saat aku bosan menanti penempatan tiba..Lantas,apakah aku juga bersungut-sungut di masa2 itu?
Spertinya iya.. T___T
Aku bosan,aku jenuh,aku lelah menanti,,dan aku mulai bersungut-sungut..mulai tidak lagi ingin dipimpin oleh Tuhan.Padahal,aku BUTUH pimpinanNYA..

Kembali kepada orang Israel tadi,mereka pun meminta kepada Musa agar memberi mereka minum.Musa berseru kepada Allah dan Allah menunjukkan sepotong kayu kepada Musa yang kemudian dicelupakan oleh Musa ke air sehingga air itu menjadi manis.
Sampai disini,banyak orang yang mengira bahwa inilah bukti penyertaan Allah atas orang Israel.Allah membuat air pahit di Mara menjadi manis.Padahal bukan itu buktinya.

Saat itu Allah tidak hanya menunjukkan sepotong kayu tapi juga memberikan ketetapan2 dan peraturan2NYA.Disana IA berfirman kepada orang Israel.

Ketika kita merasa jenuh,persoalan dan beban hidup yang berat,apakah kita masih mendengar Tuhan berfirman pada kita? Kalo iya,itu pun jadi tanda penyertaanNYA atas kita.Jleb..jleb..gmn dgnku selama ini?
Bersyukur aku masih mendengarnya.Aku masih bisa merasakan firmanNYA menusuk-nusuk hatiku,mengoreksiku disaat aku salah..

Setelah dari Mara,tak berapa lama mereka pun tiba di Elim dimana disana ada 12 mata air dan 70 pohon korma.Dan ternyata,jarak antara Mara dengan Elim tidaklah jauh,hanya belasan kilometer aja..waahh..andaikan mereka lebih bersabar tentu gada yang bersungut-sungut.
Jleb..Jleb..aku pun sering ga sabar,semua pengan yang instan aja.Gitu ada masalah atau kesulitan,pengennya segera aja God selesaikan.Sama seperti orang Israel,dapat sepotong kayu yang mengubah air jadi manis aja udah cukup.Padahal sebenarnya God sediakan yang lebih dari itu..
Gmn denganku dan kamu? Apakah masih mau bersabar sampai menemukan Elim kita?
Allah gak akan pernah salah membawa jalan..Dia punya rencana..

Dan aku pun sendiri gak tau ke depannya apa yang bakal terjadi.Apakah Laut Teberau yang damai dan menyenangkan? Atau padang gurun Syur yang menyusahkan? Yang pasti,aku mau sabar sampai aku tiba di Elim ku.Gak mau hanya mendapat sepotong kayu..

So,sabarlah dan jangan bersungut-sungut sampai Elim mu tiba :D :D

Itu dia firman yang aku nikmati tadi..selebihnya kita eval sambil kembali menikmati ice cream n makanan lainnya hahahaa...
Oiya,juga ada sharing dari kita masing2..tp sharingnya ga usah dishare disini deh =p

Huwaaa...besok masuk kantor lagi -____-"
Smangat!!
Dan makasih banyak buat kebersamaan selama ini teman2 panitia HUT-39 Perkantas..
God bless us
:D :D :D

0 comments:

Hello world.. ^__^

Hello world.. ^__^

Advertising

Advertising

Labels

About Me

My Photo
Perfect Melancholic - Strong Choleric - Pluviophile

Entri Populer